Foto/Istimewa Dumai – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Kapur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pe...
![]() |
| Foto/Istimewa |
Kegiatan ini merupakan agenda pendampingan penyuluhan yang dilaksanakan setiap pekan oleh penyuluh pertanian BPP Bukit Kapur. Sekolah lapang dirancang sebagai wadah belajar langsung di lahan usaha tani dengan mengedepankan prinsip belajar sambil praktik (learning by doing), sehingga petani dapat memahami setiap tahapan budidaya padi secara menyeluruh.
Pendampingan dimulai sejak tahap persiapan lahan, dilanjutkan dengan pemilihan dan perlakuan benih, persemaian, penanaman, pemupukan berimbang, pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga teknik panen dan penanganan pascapanen.
Pada setiap pertemuan, penyuluh bersama petani melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman, identifikasi permasalahan di lapangan, serta mendiskusikan solusi berdasarkan kondisi aktual tanaman.
Melalui metode sekolah lapang, petani tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat aktif dalam pengamatan, diskusi, dan praktik di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian petani dalam mengambil keputusan teknis budidaya yang tepat, sehingga produktivitas dan efisiensi usaha tani padi dapat terus meningkat.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bukit Kapur, Samsul Huda, S.P., menyampaikan bahwa sekolah lapang merupakan salah satu metode penyuluhan yang efektif karena proses pembelajaran dilakukan langsung pada lahan pertanian yang sedang diusahakan petani.
"Sekolah Lapang Padi menjadi media pembelajaran yang sangat efektif karena petani dapat melihat langsung perkembangan tanaman dari minggu ke minggu. Setiap tahapan budidaya dipelajari bersama mulai dari persiapan lahan hingga panen.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap petani semakin memahami penerapan teknologi budidaya yang baik, mampu mengatasi permasalahan di lapangan secara mandiri, serta dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panennya," ujar Samsul Huda.
Selain sebagai sarana transfer teknologi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat komunikasi antara penyuluh pertanian dan anggota kelompok tani dalam menyusun strategi budidaya sesuai kondisi setempat. Berbagai inovasi dan teknologi pertanian terus diperkenalkan kepada petani agar mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
BPP Kecamatan Bukit Kapur berkomitmen untuk terus melaksanakan pendampingan secara berkesinambungan kepada seluruh kelompok tani di wilayah binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian dan mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (***)



COMMENTS