Pernyataan Sikap Barisan Rakyat Riau Berintegritas (Bara Riau): PEKANBARU – Menanggapi hiruk-pikuk pemeriksaan saksi oleh KPK terkait duga...
Pernyataan Sikap Barisan Rakyat Riau Berintegritas (Bara Riau):
PEKANBARU – Menanggapi hiruk-pikuk pemeriksaan saksi oleh KPK terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Barisan Rakyat Riau Berintegritas (Bara Riau) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap untuk memberikan pandangan objektif bagi publik dan penegak hukum.
1. Mengajak Thomas Larfo Menjadi Whistleblower
Bara Riau menghimbau kepada Plt. Kadis PUPR Riau, Thomas Larfo Dimiera, untuk mengambil langkah berani dan mulia dengan secara sukarela membuka "kotak hitam" birokrasi kepada KPK. Sebagai sosok yang tumbuh besar di lingkungan PUPR, Thomas tentu memahami bahwa tren 'Japrem' (Jatah Preman) atau upeti proyek bukanlah barang baru, melainkan sebuah "warisan sistemik" yang diduga telah dibangun dan dipraktikkan sejak era SF Haryanto menjabat sebagai Kadis PUPR bertahun-tahun silam.
2. Memutus Rantai "Dosa Masa Lalu"
Kami melihat ada upaya penggiringan opini yang menempatkan sosok baru seperti Abdul Wahid (AW) sebagai kambing hitam tunggal. Padahal, secara logika birokrasi, AW adalah sosok asing yang tidak mengenal seluk-beluk "pola japrem" yang sudah berkarat di internal PUPR. Thomas Larfo, sebagai orang lama, memiliki kesempatan sejarah untuk memutus rantai ini dengan menjelaskan kepada penyidik bahwa pola yang terjadi hari ini hanyalah kelanjutan dari "cara-cara lama".
3. Melawan Mafia dengan Kejujuran
Kami mengingatkan Thomas Larfo bahwa loyalitas kepada rakyat dan Tuhan jauh lebih tinggi daripada loyalitas kepada atasan yang sedang berlindung di balik jubah kekuasaan. Jangan biarkan diri Anda dijadikan tameng pelindung bagi sistem yang merugikan rakyat Riau. Dengan membuka tabir siapa sebenarnya "arsitek" di balik mekanisme setoran proyek selama ini, Thomas bisa menyelamatkan marwah Riau sekaligus membersihkan namanya dari bayang-bayang skandal masa lalu, termasuk proyek Masjid An-Nur.
4. Desakan kepada Penegak Hukum
Bara Riau meminta KPK untuk tidak hanya terpaku pada aktor politik di permukaan, tetapi mendalami keterangan teknis dari para birokrat lama. Kami mendesak Thomas Larfo untuk segera mendatangi KPK tanpa menunggu panggilan paksa, guna memberikan keterangan mengenai bagaimana "mesin japrem" itu dihidupkan, siapa operatornya, dan ke mana muara akhirnya sejak era kepemimpinan sebelumnya.
Penutup
Rakyat Riau sudah cerdas. Kami tahu mana "pemain lama" yang sedang bersandiwara dan mana "pendatang baru" yang sedang dijebak oleh sistem yang sudah rusak. Kami menunggu keberanian Thomas Larfo untuk bicara jujur demi masa depan pembangunan Riau yang bersih.
Pekanbaru, 12 Februari 2026
Hormat Kami,
Presidium Barisan Rakyat Riau Berintegritas (Bara Riau)

COMMENTS