Selamat Datang

Selamat Datang di halaman web Persnusantara.com. Kami merilis berita dengan motto Akurat, Independen, Terpercaya. Alamat Kantor Jalan Bintan Gang Paris 1. Berlangganan Iklan Hubungi ke Contact Person. 0852-7158-7522 (Ican)

Mengapa Edukasi HIV Masih Sulit Masuk Pesantren? UNAIR dan UPM Mencoba Menjawabnya di Malaysia

Kuala Lumpur, Malaysia - Pembicaraan mengenai HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) hingga kini masih menjadi isu sensitif di banyak l...

Kuala Lumpur, Malaysia - Pembicaraan mengenai HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) hingga kini masih menjadi isu sensitif di banyak lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Kekhawatiran dianggap membuka ruang pembicaraan “terlarang” membuat edukasi kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi sering kali berjalan terbatas, bahkan dihindari.

Padahal, keterbatasan informasi justru dapat membuat remaja rentan terpapar misinformasi, stigma, hingga risiko penularan penyakit infeksi yang semakin kompleks di era mobilitas global saat ini.

Kondisi itulah yang coba dijawab Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (RC-GERID) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Universiti Putra Malaysia (UPM) melalui program pengabdian masyarakat internasional di Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/5/2026).

Alih-alih menghindari isu sensitif, tim UNAIR dan UPM justru membuka ruang dialog langsung bersama para santri mengenai HIV/AIDS, IMS, hingga berbagai penyakit infeksi lain yang rentan muncul di lingkungan sekolah berasrama.

Program tersebut melibatkan tim peneliti RC-GERID, mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Vokasi UNAIR, serta mahasiswa KKN Internasional. Sebelumnya, RC-GERID juga telah menjalankan kegiatan serupa di Johor, Malaysia.

Perwakilan pesantren, Ustadzah Siti, menyambut baik pendekatan edukatif yang dilakukan tim UNAIR dan UPM. Menurut dia, para santri membutuhkan pengetahuan kesehatan yang memadai agar mampu menjaga diri dan lingkungan.

“Kami berbesar hati kerana pasukan UNAIR dan UPM sudi hadir ke sekolah kami. Kami berharap anak-anak kami dapat belajar daripada penyampaian tentang penyakit berjangkit,” ujar Ustadzah Siti.

Peneliti RC-GERID UNAIR, Dwi Ratna Indriati, Ph.D., menjelaskan bahwa banyak remaja masih belum memahami bentuk maupun mekanisme penularan IMS. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai jenis penyakit seperti klamidia, sifilis, gonore, hepatitis B, HIV, HPV, herpes genital, hingga trikomoniasis.

Menurut Dwi, penularan penyakit tersebut dapat terjadi melalui hubungan seksual tidak aman, transfusi darah, penggunaan jarum suntik bergantian, hingga penularan dari ibu kepada anak saat kehamilan.

“Tindakan-tindakan berisiko tersebut perlu dihindari bersama sebagai bagian dari langkah pencegahan,” katanya.

Sementara itu, Dr. Siti Qamariyah Khairunisa menyoroti masih kuatnya stigma sosial terhadap orang dengan HIV/AIDS. Ia menilai stigma menjadi salah satu faktor yang membuat edukasi HIV sulit diterima secara terbuka di sebagian masyarakat.

“HIV sampai saat ini belum memiliki vaksin. Obat ARV hanya membantu menekan perkembangan virus, bukan menyembuhkan. Karena itu, yang harus dihindari adalah virusnya, bukan orang yang hidup dengan HIV,” ujar Ria.

Kamis (14/5/2026), saat dihubungi tim media, Ketua RC-GERID UNAIR, Laura Navika Yamani, Ph.D., menambahkan bahwa lingkungan sekolah dan asrama memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit infeksi apabila kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi tidak dijaga secara disiplin.

Ia menyebut sejumlah penyakit seperti skabies, campak, malaria, hingga tuberkulosis dapat menyebar cepat di lingkungan padat penghuni.

“Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu perlu terus diperkuat karena kebersihan merupakan salah satu langkah utama mencegah penyakit,” ujar Laura.

Selain penyuluhan kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi pengenalan kampus Universitas Airlangga oleh mahasiswa KKN Internasional serta pemeriksaan golongan darah yang dilakukan mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik.

Para santri tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai kesehatan remaja serta penyakit infeksi yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka di lingkungan mereka.

Melalui kegiatan tersebut, RC-GERID UNAIR dan UPM ingin menunjukkan bahwa edukasi HIV dan penyakit infeksi tidak harus dipandang sebagai ancaman terhadap nilai-nilai moral maupun agama. Sebaliknya, keterbukaan informasi dan dialog yang sehat justru menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular di masa depan.(*)

COMMENTS

Nama

Aceh Tamiang,1,amerika,1,arab saudi,8,artikel,2,artis,35,Bagansiapiapi,1,Balige,1,banda aceh,3,Bandar Lampung,2,bandung,2,Bangkalan,1,Bangkinang,3,banten,1,batam,8,bazar,1,bea cukai,1,Bekasi,1,bengkalis,10,berita,166,bisnis,7,Blitar,8,bola,10,Bolaang Mongondow,1,Boyolali,4,budaya,5,Bukittinggi,1,cerita,4,cerpen,1,Cimahi,1,cina,1,Copyright,3,daerah,1,Dairi,3,dumai,480,entertainment,7,fashion,4,fenomena,5,hot,139,hotel,6,hukum,2,iklan,5,info,17,inhil,2,inhu,4,Internasional,5,Jakarta,102,Jambi,1,jatim,76,jawa tengah,14,jawa timur,124,kabanjahe,1,kaimana,3,kalbar,7,Kampar,18,Kandis,3,karhutla,1,karo,1,Keerom,5,Kepri,9,Kepulauan Meranti,3,kesehatan,5,komik,4,kontak,1,kriminal,52,kuala lumpur,3,Kuansing,16,kuliner,3,lampung,37,langkat,1,lowongan,4,Lunang,3,madinah,1,Madiu Raya,2,Madiun,37,magetan,1,Makasar,1,malang,2,malaysia,2,Manado,1,Manokwari,4,Manokwari utara,1,Medan,9,Mekah,7,Morowali,3,Mosso,2,motivasi,13,Musik,1,nasional,136,Ngada,1,Nganjuk,6,nopenting,1,NTB,1,NTT,1,olahraga,25,opini,23,organisasi,14,Otomotif,2,Padang,2,Painan,10,Palembang,2,Palu,1,pandagelang,1,papua,12,papua barat,35,pariaman,1,Pasaman barat,1,pekanbaru,479,Pelalawan,3,pencak silat,1,pendidikan,5,penginapan,1,perumahan,1,pessel,5,politik,29,Ponorogo,15,Pontianak,1,puisi,3,Redaksi,2,rengat,3,riau,647,rohil,39,rohul,2,salatiga,1,Sambas,1,Sei Kijang,1,selat panjang,4,senibudaya,7,sepakbola,7,Siak,9,siber,4,Sigi,1,sosial,45,Sragen,2,Sukoharjo,1,Sulawesi,7,Sulawesi Tengah,2,Sulawesi Utara,1,sulsel,3,Sulut,1,sumatera,46,Sumbar,25,sumut,22,Surabaya,10,tanah karo,5,Tapanuli Tengah,2,tapsel,1,tausiah,1,teknologi,2,teluk bintuni,4,tembilahan,1,Teso Nilo,1,toba,2,tokoh,9,touring,1,trenggalek,60,Tuban,1,Tulungagung,58,ulama,1,umkm,29,unik,15,Waris,2,watansoppeng,1,wembi,1,wisata,9,wonogiri,6,Yogyakarta,2,
ltr
item
harian pers nusantara: Mengapa Edukasi HIV Masih Sulit Masuk Pesantren? UNAIR dan UPM Mencoba Menjawabnya di Malaysia
Mengapa Edukasi HIV Masih Sulit Masuk Pesantren? UNAIR dan UPM Mencoba Menjawabnya di Malaysia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZQYtWwoLn-4Ogb1IcmNabRKt6qMZAPK7nV30OFpgMmFF0ANx0pH62RWyEgYXZcbtzIHVANeu1iOYMYlLoGA2G-c6DMKHKd5NlsWUIofKH6btoTzG8bpXMlzl-Cr_k1JBO_b6LTPSqFCymqyItC84e84XGxbQMEzWNaMS7wPArcSoUx2En14EjITHIzMY/s320/1001329726.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZQYtWwoLn-4Ogb1IcmNabRKt6qMZAPK7nV30OFpgMmFF0ANx0pH62RWyEgYXZcbtzIHVANeu1iOYMYlLoGA2G-c6DMKHKd5NlsWUIofKH6btoTzG8bpXMlzl-Cr_k1JBO_b6LTPSqFCymqyItC84e84XGxbQMEzWNaMS7wPArcSoUx2En14EjITHIzMY/s72-c/1001329726.jpg
harian pers nusantara
https://www.persnusantara.com/2026/05/mengapa-edukasi-hiv-masih-sulit-masuk.html
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/2026/05/mengapa-edukasi-hiv-masih-sulit-masuk.html
true
8146758549750470439
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content