Selamat Datang

Selamat Datang di halaman web Persnusantara.com. Kami merilis berita dengan motto Akurat, Independen, Terpercaya. Alamat Kantor Jalan Merdeka Lama (Cilukba). Alamat Kantor Baru Jalan Bintan Gang Paris 1 Berlangganan Iklan Hubungi ke HP. 0852-7158-7522 (Ican)

KAMMI Desak Presiden Evaluasi dan Berhentikan Kepala BPOM RI

Jakarta - Jum'at, 06 Februari 2026. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai bahwa Kepala Badan Pengawas Obat dan Makana...

Jakarta - Jum'at, 06 Februari 2026. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai bahwa Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., layak untuk diberhentikan dari jabatannya. Penilaian ini didasarkan pada evaluasi kinerja institusional BPOM selama kepemimpinannya yang dinilai gagal menjawab mandat utama perlindungan kesehatan publik.

Ketua Umum KAMMI, Muhammad Amri Akbar, menyampaikan bahwa jabatan publik bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah konstitusional yang menyangkut keselamatan jutaan rakyat Indonesia.

“BPOM adalah benteng terakhir perlindungan rakyat dari obat, makanan, dan produk kesehatan berbahaya. Ketika benteng ini rapuh, maka negara wajib melakukan koreksi, termasuk melalui pergantian kepemimpinan,” tegas Amri.

KAMMI menyampaikan tujuh alasan utama yang memperkuat rekomendasi pemberhentian Kepala BPOM RI:

1. Maraknya Peredaran Produk Ilegal Menunjukkan Kegagalan Pengawasan Sistemik

Sepanjang 2025, BPOM menemukan ratusan ribu produk kosmetik ilegal dengan nilai ekonomi puluhan miliar rupiah, termasuk 91 merek kosmetik ilegal yang mayoritas merupakan produk impor tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya. Selain itu, lebih dari 300 ribu tautan produk ilegal di e-commerce teridentifikasi.

Fakta ini menunjukkan bahwa pengawasan BPOM lebih bersifat reaktif setelah kerusakan terjadi, bukan preventif dalam melindungi konsumen.

2. Lemahnya Perlindungan Konsumen Pangan

Dalam pengawasan pangan Ramadan–Idul Fitri 2025, BPOM menemukan:

- 376 sarana distribusi pangan bermasalah,

- dan lebih dari 35 ribu produk pangan ilegal, rusak, atau kedaluwarsa.

Ini memperlihatkan bahwa resiko pangan berbahaya masih tinggi, bahkan pada momentum konsumsi massal yang seharusnya menjadi prioritas perlindungan negara.

3. Pengawasan Produk Digital Tidak Efektif di Era Ekonomi Platform

Masifnya penjualan obat, kosmetik, dan suplemen ilegal melalui media sosial dan marketplace menandakan ketertinggalan BPOM dalam pengawasan ekonomi digital. Ketergantungan pada mekanisme takedown platform menunjukkan lemahnya otoritas regulator dalam memastikan kepatuhan pelaku usaha.

4. Obat dan Suplemen Ilegal Masih Ditemukan dalam Skala Signifikan

BPOM masih menemukan puluhan jenis obat bahan alam dan suplemen ilegal, termasuk yang mengandung bahan kimia obat berbahaya. Hal ini berisiko langsung terhadap kesehatan masyarakat dan mencerminkan kegagalan pengendalian rantai distribusi obat.

5. Transparansi dan Akuntabilitas Publik yang Lemah

KAMMI menilai komunikasi publik BPOM cenderung defensif dan normatif, tidak disertai penjelasan ilmiah yang utuh dan mudah dipahami masyarakat. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap BPOM menurun, padahal trust adalah modal utama lembaga pengawas.

6. Reformasi Internal dan Kepemimpinan Manajerial Tidak Terasa Dampaknya

Meski BPOM mengklaim capaian ekonomi pengawasan hingga puluhan triliun rupiah, indikator tersebut tidak sejalan dengan realitas lapangan yang masih dipenuhi produk berbahaya. Ini menunjukkan orientasi kinerja yang keliru,lebih menonjolkan output administratif dibanding outcome perlindungan rakyat.

7. Menurunnya Legitimasi Sosial BPOM

Di sejumlah daerah, indeks literasi dan kepatuhan masyarakat terhadap standar BPOM masih di bawah rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan kegagalan BPOM sebagai otoritas edukatif dan regulator yang dipercaya publik.

Penegasan Sikap KAMMI

Muhammad Amri Akbar menegaskan bahwa tuntutan ini bukan serangan personal, melainkan koreksi kebijakan dan kepemimpinan.

“Dalam demokrasi, jabatan publik selalu dapat dan harus dievaluasi. Jika keselamatan rakyat terus dipertaruhkan, maka pergantian Kepala BPOM adalah langkah konstitusional, etis, dan rasional,” ujarnya.

KAMMI mendesak Presiden Republik Indonesia untuk:

1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPOM, dan

2. Mengambil langkah tegas melalui pemberhentian Kepala BPOM RI demi mengembalikan marwah perlindungan kesehatan publik.

COMMENTS

Nama

Aceh Tamiang,1,amerika,1,artikel,2,artis,35,Balige,1,banda aceh,3,bandung,2,Bangkinang,3,batam,5,bazar,1,bea cukai,1,Bekasi,1,bengkalis,4,berita,167,bisnis,9,Blitar,5,bola,11,Boyolali,4,budaya,4,cerpen,1,Cimahi,1,cina,1,Copyright,3,daerah,1,Dairi,3,dumai,460,entertainment,8,fenomena,5,film,1,hot,138,hotel,7,hukum,2,iklan,5,info,19,inhil,2,inhu,4,Internasional,3,Jakarta,91,Jambi,1,jatim,32,jawa tengah,13,jawa timur,48,kalbar,7,Kampar,15,Kandis,3,karhutla,1,Keerom,2,Kepri,6,Kepulauan Meranti,3,kesehatan,7,kontak,1,kriminal,52,kuala lumpur,1,Kuansing,16,kuliner,3,lampung,35,langkat,1,lowongan,4,Lunang,1,Madiun,12,Makasar,1,malang,2,Manado,1,Medan,8,Morowali,3,Mosso,1,motivasi,14,Musik,1,nasional,124,Nganjuk,3,nopenting,1,NTB,1,olahraga,24,opini,12,organisasi,10,Otomotif,2,Padang,2,Painan,4,Palembang,2,papua,5,papua barat,3,pariaman,1,pekanbaru,376,Pelalawan,3,pencak silat,1,pendidikan,8,penginapan,2,perumahan,1,pessel,3,politik,29,Ponorogo,5,Pontianak,1,puisi,3,Redaksi,2,rengat,3,riau,505,rohil,35,rohul,2,Sambas,1,Sei Kijang,1,selat panjang,1,senibudaya,5,sepakbola,7,Siak,9,siber,4,sosial,44,Sragen,2,Sukoharjo,1,Sulawesi,7,sulsel,3,Sulut,1,sumatera,42,Sumbar,16,sumut,17,Surabaya,3,tanah karo,3,Tapanuli Tengah,2,tapsel,1,tausiah,1,teknologi,3,tembilahan,1,Teso Nilo,1,toba,2,tokoh,9,touring,1,trenggalek,27,Tuban,1,Tulungagung,23,ulama,1,umkm,26,unik,7,Waris,1,watansoppeng,1,wisata,10,wonogiri,6,Yogyakarta,1,
ltr
item
harian pers nusantara: KAMMI Desak Presiden Evaluasi dan Berhentikan Kepala BPOM RI
KAMMI Desak Presiden Evaluasi dan Berhentikan Kepala BPOM RI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNxyeLP3LssSmGa9wigZ8sR0eg7fLSElevYMi35FV8LMjwq1jJhlyWmqGB9xKK1eY_OjndgtfFaYD94RAurHTqh2aTjEYy4GHDnjFr57D84deBA8UZHlYGTxV47T7gdJMNq33sfG8u5ziJtD8eLU5Ra4J8oSQaCj1C5YfReGX7GPkA6K-YvivMqzG2xpg/s320/1001184824.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNxyeLP3LssSmGa9wigZ8sR0eg7fLSElevYMi35FV8LMjwq1jJhlyWmqGB9xKK1eY_OjndgtfFaYD94RAurHTqh2aTjEYy4GHDnjFr57D84deBA8UZHlYGTxV47T7gdJMNq33sfG8u5ziJtD8eLU5Ra4J8oSQaCj1C5YfReGX7GPkA6K-YvivMqzG2xpg/s72-c/1001184824.jpg
harian pers nusantara
https://www.persnusantara.com/2026/02/kammi-desak-presiden-evaluasi-dan.html
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/2026/02/kammi-desak-presiden-evaluasi-dan.html
true
8146758549750470439
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content