Selamat Datang

Selamat Datang di halaman web Persnusantara.com. Kami merilis berita dengan motto Akurat, Independen, Terpercaya. Alamat Kantor Jalan Bintan Gang Paris 1 No. 14. Berlangganan Iklan Hubungi ke HP. 0852-7158-7522 (Ican)

Dibalik Proyek "Gesa Jalan" SF Hariyanto: Aroma Aspal atau Bau Dolar Gratifikasi?

  Oleh: [Guswanda Putra, S. Pi/Pemerhati Kebijakan Publik] Rakyat Riau mungkin sedang terbuai dalam euforia visual. Di bawah komando SF Hari...

 


Oleh: [Guswanda Putra, S. Pi/Pemerhati Kebijakan Publik]

Rakyat Riau mungkin sedang terbuai dalam euforia visual. Di bawah komando SF Hariyanto, aspal-aspal mulus mendadak menghampar di ruas jalan yang bertahun-tahun kupak-kapik. Narasi "Gesa Jalan" menjadi jualan utama, memposisikan dirinya sebagai "sang eksekutor" tunggal yang seolah paling paham penderitaan rakyat. Namun, di balik aroma aspal yang masih basah itu, penggeledahan KPK di kediaman dinas SF Hariyanto membuka tabir yang jauh lebih menyengat: Apakah jalan-jalan ini diperbaiki demi rakyat, atau merupakan manuver sepihak untuk mempercepat putaran koper-koper dolar di tengah vakumnya otoritas Gubernur Nonaktif?

Akrobat Anggaran: Kebijakan di Tengah Senyap nya Pengawasan

Penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan infrastruktur adalah anomali besar dalam tata kelola keuangan daerah. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2020, dana BTT hanya diperuntukkan bagi keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi. Memaksakan perbaikan jalan reguler melalui BTT adalah "akrobat anggaran" yang sangat berisiko secara hukum.

Publik patut bertanya: Mengapa kebijakan "darurat" ini justru digenjot dengan agresif saat Gubernur Nonaktif, Abdul Wahid, sedang terhalang menjalankan fungsinya akibat proses hukum? Jika benar penahanan sang Gubernur didasari oleh laporan yang bersumber dari internal birokrasi, maka kebijakan "Gesa Jalan" ini tidak lagi terlihat sebagai pelayanan tulus. Ini justru menyerupai upaya SF Hariyanto untuk membangun panggung kepahlawanan tunggal, di saat mitra politiknya tidak memiliki daya untuk mengawasi atau memberikan arahan.

Menghitung Jejak Dolar di Balik Aspal

Berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, setiap pemberian yang berhubungan dengan jabatan adalah delik gratifikasi. Penemuan dokumen aliran dana proyek di rumah dinas SF Hariyanto memberikan perspektif baru yang mengerikan. Ada pola yang patut dicurigai secara teknis: pembangunan yang dipaksakan cair dengan cepat seringkali menjadi pintu masuk bagi "fee" proyek di bawah meja.

Sangat ironis melihat SF Hariyanto begitu agresif mencitrakan diri sebagai penyelamat infrastruktur Riau, sementara kediamannya digeledah terkait dugaan tumpukan mata uang asing. Jangan sampai aspal mulus ini hanyalah "karpet merah" untuk menutupi praktik gratifikasi sistematis yang dilakukan secara sepihak. Rakyat harus sadar bahwa setiap meter aspal yang mereka nikmati bisa jadi "berhutang" pada integritas yang dikorbankan, sementara figur pimpinan lainnya justru sedang menanggung beban hukum yang berat.

Legitimasi Moral sang Wakil Terpilih

Sebagai Wakil Gubernur terpilih, SF Hariyanto memegang tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas Riau, bukan justru menciptakan kegaduhan dengan kebijakan anggaran yang kontroversial. Kepemimpinan bukan sekadar soal memindahkan aspal ke jalanan, melainkan soal kejujuran dalam menjelaskan setiap rupiah yang ditemukan di balik pintu rumah dinas.

Riau tidak butuh pemimpin yang hanya lincah membangun jalan di depan kamera, tapi bungkam saat diminta menjelaskan asal-usul kekayaan fantastis yang ditemukan penyidik. Jika SF Hariyanto benar-benar ingin melindungi marwah pemerintahan baru, ia seharusnya menjadi orang pertama yang mengklarifikasi bahwa kebijakan BTT ini tidak merugikan posisi Gubernur Nonaktif yang saat ini sedang berupaya mencari keadilan.

Menuntut Transparansi demi Keadilan Publik

Sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, rakyat Riau memiliki hak konstitusional untuk menuntut:

• Audit Investigatif Total: BPK dan KPK harus membedah apakah penggunaan dana BTT murni untuk rakyat atau dialirkan untuk memperkuat posisi politik personal dalam masa transisi. Kita ingin memastikan kualitas aspal sesuai kontrak, bukan aspal "kejar tayang" demi mengejar setoran akhir tahun.

• Transparansi Rekanan Proyek: Publik berhak tahu siapa saja kontraktor yang mendapat "durian runtuh" dari proyek Gesa Jalan ini. Apakah mereka rekanan profesional, atau "orang dekat" yang mengamankan aliran dolar tersebut?

Kesimpulan

Jangan biarkan debu aspal menutupi mata kita dari tumpukan koper mata uang asing. Jalan yang mulus mungkin hanya bertahan beberapa tahun, namun rusaknya integritas kepemimpinan akan menghancurkan Riau untuk satu generasi ke depan. Riau butuh pemimpin yang membangun jalan dengan tangan bersih, bukan tangan yang sibuk merapikan tumpukan dolar di tengah skema politik yang penuh intrik dan dugaan pengkhianatan terhadap kawan seiring.

COMMENTS

Nama

Aceh Tamiang,1,artis,40,banda aceh,3,bandung,2,Bangkinang,3,batam,4,Bekasi,1,bengkalis,4,berita,236,bisnis,14,bola,20,Cimahi,1,cina,1,Copyright,4,Dairi,3,dumai,441,entertainment,11,fenomena,2,hot,138,hotel,8,hukum,1,iklan,4,info,21,inhil,2,inhu,4,Internasional,5,Jakarta,78,jatim,1,kalbar,5,Kampar,13,Kandis,3,Kepri,5,Kepulauan Meranti,3,kesehatan,8,komputer,1,kriminal,55,Kuansing,15,kuliner,1,lampung,23,langkat,1,laptop,1,lowongan,12,Makasar,1,malang,1,Medan,8,motivasi,23,Musik,1,nasional,106,netbook,1,notebook,1,NTB,1,olahraga,24,opini,4,Otomotif,2,Palembang,2,pariaman,1,pekanbaru,281,Pelalawan,1,pendidikan,10,penginapan,3,politik,34,Pontianak,1,Redaksi,2,rengat,2,riau,367,rohil,33,rohul,3,senibudaya,5,sepakbola,6,Siak,9,siber,2,sosial,36,Sulawesi,2,sulsel,2,sumatera,28,Sumbar,5,sumut,12,tanah karo,1,Tapanuli Tengah,2,tapsel,1,teknologi,5,tembilahan,1,tokoh,4,touring,1,umkm,12,unik,5,video,2,wisata,12,
ltr
item
harian pers nusantara: Dibalik Proyek "Gesa Jalan" SF Hariyanto: Aroma Aspal atau Bau Dolar Gratifikasi?
Dibalik Proyek "Gesa Jalan" SF Hariyanto: Aroma Aspal atau Bau Dolar Gratifikasi?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisN7X5ByaAihXzkTPcstXNBgSUj-7QmJQ3xeHRUPwtQbIFQO6qU_1thn3r3UF005CyTT609-K2OCNtYMYoTulweW-VALbbvk3T0XcIpCV6esVjZzKjKIyaC0LLn6yUuxkkonPrEOpCAgigOQQFBW7pzSqTe66-YvLjFbLSYPXLVTChwSD_YTavilrcBbI/s320/1001177406.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisN7X5ByaAihXzkTPcstXNBgSUj-7QmJQ3xeHRUPwtQbIFQO6qU_1thn3r3UF005CyTT609-K2OCNtYMYoTulweW-VALbbvk3T0XcIpCV6esVjZzKjKIyaC0LLn6yUuxkkonPrEOpCAgigOQQFBW7pzSqTe66-YvLjFbLSYPXLVTChwSD_YTavilrcBbI/s72-c/1001177406.jpg
harian pers nusantara
https://www.persnusantara.com/2026/01/dibalik-proyek-gesa-jalan-sf-hariyanto.html
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/2026/01/dibalik-proyek-gesa-jalan-sf-hariyanto.html
true
8146758549750470439
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content