Selamat Datang

Selamat Datang di halaman web Persnusantara.com. Kami merilis berita dengan motto Akurat, Independen, Terpercaya. Alamat Kantor Jalan Bintan Gang Paris 1 No. 14. Berlangganan Iklan Hubungi ke HP. 0852-7158-7522 (Ican)

Menari di Atas Luka ASN: Tas Mewah, Istri Rahasia, dan Ironi Defisit APBD Riau

  Oleh: Guswanda Putra, S.Pi Provinsi Riau hari ini sedang mempertontonkan sebuah tragedi kepemimpinan yang paripurna. Di satu sisi, rakyat ...

 


Oleh: Guswanda Putra, S.Pi

Provinsi Riau hari ini sedang mempertontonkan sebuah tragedi kepemimpinan yang paripurna. Di satu sisi, rakyat disuguhi kabar defisit APBD 2026 yang menembus angka Rp1,2 triliun—sebuah lubang finansial yang memaksa daerah melakukan langkah ekstrem: pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) ASN hingga 30 persen. Namun di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dengan ringannya menyebut situasi ini "tak perlu ribut-ribut" sembari sibuk merayakan pemecahan rekor dunia 6.000 penari Zapin. Sikap abai ini bukan sekadar persoalan gaya komunikasi, melainkan cerminan dari runtuhnya standard of ethics dalam birokrasi kita.

Secara teoritis, seorang pemimpin membutuhkan kejernihan pikiran (cognitive clarity) untuk mengambil keputusan krusial di masa krisis. Namun, bagaimana mungkin kejernihan itu didapatkan jika memori sang pejabat penuh dengan upaya manipulasi fakta? Semua bermula dari panggung media sosial yang menjadi etalase kesombongan. Kebiasaan anak dan istrinya yang kerap memamerkan gaya hidup jetset—mulai dari tas mewah seharga rumah hingga perjalanan mewah ke luar negeri—adalah "pintu masuk" yang membuka tabir gelap.

Flexing atau pamer kekayaan yang dilakukan oleh anggota keluarga pejabat adalah sebuah anomali psikis. Hal ini menunjukkan adanya rasa haus akan pengakuan yang tidak selaras dengan profil pendapatan resmi seorang birokrat. Ketika sang anak dengan bangganya mempertontonkan kemewahan di tengah derita ASN Riau yang harus merelakan 30 persen pendapatannya dipotong, hal itu menciptakan luka psikologis yang mendalam bagi masyarakat. Respon SF Hariyanto yang mengklaim barang-barang tersebut adalah "KW" atau palsu justru memperburuk keadaan. Secara psikologis, ini adalah bentuk defensive mechanism yang sangat rapuh; sebuah upaya untuk menutupi satu kebohongan dengan kebohongan lain yang lebih tidak masuk akal.

Beban mental sang pejabat semakin berat dengan terkuaknya tabir poligami yang disembunyikan dari laporan resmi negara. Berdasarkan PP Nomor 10 Tahun 1983, seorang PNS memiliki aturan ketat mengenai pernikahan. Keberadaan istri kedua yang seolah luput dari laporan LHKPN bukan sekadar urusan domestik, melainkan bukti rendahnya standard of ethics dan ketaatan administratif. Di sinilah letak kehancuran psikis seorang pemimpin: ketika hidupnya dipenuhi oleh rahasia-rahasia yang harus dijaga—antara tuntutan gaya hidup anak yang selangit, status istri yang disembunyikan, dan asal-usul harta yang tak jelas—maka energi mentalnya akan habis hanya untuk melakukan damage control personal.

Bagaimana seorang Plt Gubernur bisa fokus membedah pos-pos anggaran untuk menyelamatkan kesejahteraan ribuan ASN, jika pikirannya terfragmentasi oleh rasa cemas? Fokusnya terbelah antara mengamankan reputasi keluarga yang compang-camping dan menghalau bayang-bayang penyidik KPK. Penggeledahan rumahnya pada Desember 2025 yang menemukan tumpukan uang tunai miliaran rupiah adalah jawaban logis dari teka-teki gaya hidup mewah keluarganya selama ini. Secara psikologis, seorang pemimpin yang berada dalam posisi "terjepit" hukum cenderung akan melakukan kompensasi melalui pencitraan yang berlebihan. Rekor MURI 6.000 penari di tengah duka Sumatera dan pemotongan TPP adalah bentuk pelarian psikologis (escapism) untuk menciptakan ilusi kekuasaan yang stabil.

Ironinya, sikap "tak perlu ribut-ribut" soal defisit anggaran adalah bentuk arogansi yang muncul dari rasa tidak aman (insecurity). Pemimpin yang berintegritas akan menghadapi krisis dengan transparansi dan empati, bukan dengan menari di atas keringat ASN yang dipangkas haknya. Ketidaksinkronan antara kemewahan yang dipamerkan keluarganya dengan kondisi fiskal daerah yang "berdarah" menunjukkan adanya mati rasa empati yang akut.

Mandegnya proses hukum di KPK terhadap SF Hariyanto semakin memperkeruh suasana. Ketidakpastian status hukum ini menciptakan "pemerintahan hantu" di Riau—sebuah kepemimpinan yang ada secara fisik namun lumpuh secara moral. Penahanan yang tertunda bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga membiarkan Provinsi Riau terus dipimpin oleh energi negatif dari seorang pejabat yang fokusnya telah hancur oleh skandal-skandal domestik yang memalukan.

Sudah saatnya Riau dibersihkan dari gaya kepemimpinan yang manipulatif. Rekor MURI tidak akan pernah bisa menutupi defisit anggaran, apalagi menutupi cacat integritas yang sudah telanjang di mata publik. Pemimpin yang gagal mendidik keluarganya untuk rendah hati dan gagal jujur dalam laporan administratif pernikahan, mustahil bisa jujur dalam mengelola mandat rakyat. Sebelum Riau semakin tenggelam dalam lubang defisit dan krisis moral, ketegasan hukum adalah satu-satunya obat penawar yang tersisa. Rakyat Riau berhak mendapatkan pemimpin yang pikirannya tercurah untuk memperbaiki daerah, bukan pemimpin yang sibuk bersilat lidah menutupi koleksi tas dan rahasia rumah tangga di saat ribuan pegawainya kesulitan ekonomi.

Bio Singkat Penulis:

Guswanda Putra, S.Pi adalah seorang pemerhati kebijakan publik yang berfokus pada analisis tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, dan integritas birokrasi. Aktif mengawal isu-isu sosial dan politik daerah guna mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan beretika.

COMMENTS

Nama

Aceh Tamiang,1,artis,40,banda aceh,3,bandung,2,Bangkinang,3,batam,4,Bekasi,1,bengkalis,4,berita,236,bisnis,14,bola,20,Cimahi,1,cina,1,Copyright,4,Dairi,3,dumai,438,entertainment,11,fenomena,2,hot,138,hotel,8,hukum,1,iklan,4,info,21,inhil,2,inhu,4,Internasional,5,Jakarta,78,jatim,1,kalbar,5,Kampar,13,Kandis,3,Kepri,5,Kepulauan Meranti,3,kesehatan,8,komputer,1,kriminal,55,Kuansing,15,kuliner,1,lampung,22,langkat,1,laptop,1,lowongan,12,Makasar,1,malang,1,Medan,8,motivasi,23,Musik,1,nasional,105,netbook,1,notebook,1,NTB,1,olahraga,24,opini,2,Otomotif,2,Palembang,2,pariaman,1,pekanbaru,277,pendidikan,10,penginapan,3,politik,34,Pontianak,1,Redaksi,2,rengat,2,riau,359,rohil,33,rohul,3,senibudaya,5,sepakbola,6,Siak,9,siber,2,sosial,36,Sulawesi,2,sulsel,2,sumatera,27,Sumbar,5,sumut,10,Tapanuli Tengah,2,tapsel,1,teknologi,5,tembilahan,1,tokoh,4,touring,1,umkm,12,unik,5,video,2,wisata,12,
ltr
item
harian pers nusantara: Menari di Atas Luka ASN: Tas Mewah, Istri Rahasia, dan Ironi Defisit APBD Riau
Menari di Atas Luka ASN: Tas Mewah, Istri Rahasia, dan Ironi Defisit APBD Riau
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirhuRGvHwg2j_Z8bhRiARJZY65vLznJeipP1wpz4k1nHWZ-Wudb8j_8ik_FOMoUgvoWNfIgkfIpnsr8DFMVMDvuQ-bMpJhey1snW2duLfnsmPtaqWO_TBFj1sv0zTcfIyEHq5X8XBDX-WoZ25VnnY3RZ1ICR0J6FhyOhyphenhyphenroOT5TyCVXBpOS9RmKhiI5Oc/s320/1001168075.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirhuRGvHwg2j_Z8bhRiARJZY65vLznJeipP1wpz4k1nHWZ-Wudb8j_8ik_FOMoUgvoWNfIgkfIpnsr8DFMVMDvuQ-bMpJhey1snW2duLfnsmPtaqWO_TBFj1sv0zTcfIyEHq5X8XBDX-WoZ25VnnY3RZ1ICR0J6FhyOhyphenhyphenroOT5TyCVXBpOS9RmKhiI5Oc/s72-c/1001168075.jpg
harian pers nusantara
https://www.persnusantara.com/2026/01/menari-di-atas-luka-asn-tas-mewah-istri.html
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/
https://www.persnusantara.com/2026/01/menari-di-atas-luka-asn-tas-mewah-istri.html
true
8146758549750470439
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content